BLOG APIN

secarik cerita untuk semua

Sikat gigi buat yang make behel

Fixed orthodontic atau lebih dikenal dengan “Behel” adalah alat ortho yang dicekatkan langsung pada gigi. Karena bentuknya rumit, plak gigi jadi lebih mudah terbentuk. Selain itu juga meningkatkan resiko karies (yang nantinya bikin gigi jadi bolong), gingivitis (radang pada gusi), dan penyakit periodontal (penyakit pada jaringan pendukung gigi).

Adanya behel, yang menempel pada gigi-gigi, akan menyulitkan untuk membersihkan gigi. Maka dari itu untuk pemakai behel, ada sikat gigi khusus orthodontic.

Bedanya dengan sikat gigi biasanya adalah…  pada sikat gigi ortho, baris tengah bulu sikat lebih pendek dibandingkan bulu sikat pada ke dua pinggirnya, ini berfungsi untuk membantu penyingkiran plak disekitar bracket.

Ini salah satu contohnya. Merk oral-B. Bisa di beli di apotik, atau di klinik dokter gigi, dengan harga sekitar 20 ribu. Karena merk ini banyak jenis sikat giginya, untuk ngebedainnya liat aja bungkus nya. Pada bungkus sikat gigi, ada tulisan “Ortho brush”.

Sekian.

Semoga bermanfaat ^^v

6 Komentar »

Gigi Berjejalan

Assalamualaikum.

Masih soal gigi gigian :p

Pada postingan sebelumnya, aku udah cerita sedikit mengenai diastema.

Kali ini aku mau nyeritain lawannya DIASTEMA, yaitu CROWDING.

Crowding atau gigi berjejal, disebabkan karena :

  • Prolong Retensi.

Gigi susu tidak “copot” saat waktunya copot. Padahal di bawahnya udah ada gigi permanen yang udah siap keluar. Karena tempat “nongol”nya masih dipake sama si gigi susu, si gigi permanen ini jadi nongol di tempat lain, bisa di atasnya, ato sebelahnya. Nah ini nih yang bikin gigi jadi “tumpang tindih/berjejal”.

    • premature loss.

    Ini kebalikan dari prolong retensi. Disini, si gigi malah kecepeten copotnya, padahal si gigi permanen belum siap nongol. Kan jadi ompong tuh sementara. Nah, kalo ada ruang kosong karena ompong, gigi gigi yang di sebelah kanan atau kiri dari ruang kosong tersebut, jadi bergerak ke arah ruang kosong tadi.

    Pada suatu ketika, kalau si gigi permanen udah siap nongol, ruang yang untuk “rumah” dia kan jadi sempit karena udah di geser geser sama si gigi sebelah tadi. Jadi dia nongol di tempat lain. Bikin gigi jadi berjejal juga kan.

    • Ukuran gigi besar-besar.

    Sebenernya gigi besar-besar itu gapapa, kalau… ukuran rahangnya juga besar. Kalau rahangnya kecil, tapi ukuran giginya besar-besar ya jadi nya berjejalan.

    Ibarat naik mobil jazz, cukup buat dinaikin 5 orang. Kalau yang naik 5 orang gemuk gemuk, pasti sumpek plus empet empetan >.<

    • Supernumerari, atau jumlah giginya kebanyakan.

    Normalnya jumlah gigi orang dewasa adalah 28-32 buah. Pada supernumerari, jumlah giginya lebih dari 32 buah. Kelebihan 1 gigi aja, bikin susunan gigi jadi ga beraturan. Kalo kata peribahasa, karena nila setitik rusak susu sebelangga :p

      Sekian.
      Semoga bermanfaat ^^

      *) Sumber : catatan kuliah, kalo gambarnya cari di gugel :D

      2 Komentar »

      Survei Membuktikan!

      Taukah kamu???
      * Alasan utama orang malas ke dokter gigi, bukan karena takut akan rasa sakit atau suara bur. Melainkan karena biayanya yang menguras kocek ~ mangkanya rajin gosok gigi :p

      * Penyakit gigi dan mulut menempati urutan pertama (sekitar 60%) dari 10 penyakit terbanyak yang di idap masyarakat.

      * Di Indonesia, 80% orang yang datang ke dokter gigi bermasalah dengan gigi berlubang. Itu karena 77% orang Indonesia malas gosok gigi.

      * setiap 1 dari 10 orang di Inggris tidak rutin menyikat giginya setiap hari, dan hanya 3 diantaranya 10 orang itu ada yang menyikat giginya selama 2 menit~waktu yang disarankan untuk menyikat gigi.

      8 Komentar »

      DIASTEMA – gigi

      DIASTEMA

      Pernahkah kamu melihat temanmu, saudaramu, atau kamu sendiri mungkin, saat tersenyum… tampak ada celah kosong di antara dua gigi depannya? Kelainan kah itu? Kenapa bisa begitu? Jadi kurang enak diliat ya? *curcol*. Itu adalah DIASTEMA.

      Jadi begini…..

      Diastema itu adalah suatu ruang yang terdapat diantara dua buah gigi yang berdekatan yang terjadi karena ketidaksesuaian antara lengkung gigi dengan lengkung rahang. Misalnya ukuran rahangnya normal, tapi ukuran gigi nya kecil kecil. Jadi ada ruang sisa kan?

      * ukuran rahang normal >< ukuran gigi kecil kecil –> sisa ruang (jadi diastema)

      * ukuran rahang normal >.< ukuran gigi besar besar –> kurang ruang (jadi gingsul, atau giginya berantakan, kayak tumpuk tumpuk gitu)

      Diastema bisa terletak di anterior (gigi depan) ataupun di posterior (gigi belakang), bahkan bisa mengenai seluruh gigi. Yang banyak ditemukan adalah diastema sentral rahang atas, yaitu ruang yang terdapat diantara gigi insisivus sentral rahang atas (gigi seri pada rahang atas), seperti pada gambar dibawah ini :

      Perawatan diastema itu mudah, yang sukar adalah mempertahankannya.

      Secara singkat, diastema itu disebabkan oleh :

      * Sementara = sebab bervariasi, dan biasanya akan terkoreksi dengan sendirinya
      * Gigi susu = gigi susu mengakomodasi gigi permanen yang ukurannya lebih besar
      * diskrepansi rahang = panjang lengkung rahang lebih besar dari ukuran gigi
      * frenulum = karena frenulumnya abnormal
      * kebiasaan = seperti thumb sucking (suka ngisep ibu jari waktu kecil, atau ngedot)
      * midline patologi = misalnya ada kista di midline rongga mulut
      * iatrogenik = terjadi saat prosedur terapeutik, misal Rapid maxillary espansi
      * ras = pada orang kulit hitam.

      Pssst… bahkan Madona pun diastema :p

      *) sekian. semoga bermanfaat ^^v

      *) sumber : catatan kuliah, gambar cari di gugel

      12 Komentar »

      KALKULUS

      Hubungan kalkulus dan penyakit periodontal telah sering dibahas. Kalkulus yang melekat pada permukaan gigi akan mengintasi gingiva.Dahulu orang beranggapan bahwa kalkulus merupakan penyebab penyakit periodontal. Tetapi ternyata bukan kalkulusnya yang berperan langsung, akan tetapi yang berperan adalah bakteri plak pada plak gigi yang melekat pada permukaan kalkulus. Hal ini dimungkinkan oleh struktur permukaan kalkulus yang kasar sehingga memudahkan timbunan plak gigi pada permukaan kalkulus.

      Rongga mulut manusia tidak pernah bebas dari bakteri dan umumnya bakteri plak memegang peranan penting dalam menentukan pembentukan kalkulus; pelekatan kalkulus dimulai dengan pembentukan plak gigi, sedangkan permukaan kalkulus supragingival dan kalkulus subgingival selalu diliputi oleh plak gigi. Kalkulus merupakan suatu endapan amorfatau kristal lunak yang terbentuk pada gigi atau protesa dan membentuk lapisan konsentris. Kalkulus disebut juga “tartar” merupakan endapan keras hasil mineralisasi plak gigi, melekat erat mengelilingi mahkota dan akar gigi. Selain pada permukaan gigi, kalkulus juga terdapat pada gigi tiruan dan restorasi gigi dan hanya bisa hilang dengan tindakan skaling.

      *) Kalkulus- Hubungannya dengan Penyakit Periodontal dan Penanganannya. Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996 (17)

      Gambar 1. Kalkulus gigi pada permukaan lingual gigi anterior rahang bawah

      **

      Skaling kalkulus gigi”

      **

      1 Komentar »

      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.